• Segera Dibuka PAUD TIDAR KOE - Ayo daftarkan putra-putri anda - Informasi lebih lanjut hubungi Tidar Bangka Belitung
  • Banner Tidar Bangka Belitung
    Published On: Fri, Jun 7th, 2013

    Serunya Nganggung

    Nganggung dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW berlangsung di beberapa wilayah kawasan Kepulauan Bangka Belitung seperti Tuatunu, Kace, Air Duren, Kemuja serta Balun Ijuk. Bermacam makanan tersaji dalam Dulang kuningan yang ditutup dengan tudung saji dan rantang. Dari nasi beserta lauk pauk ayam dan daging, ketupat, lepet, beragam jenis kue-kue hingga buah-buahan yang sedang musim pun ada. Kemeriahan Tradisi Nganggung disebagian wilayah nyaris serupa dengan kemeriahan perayaan lebaran Idul Fitri dan Idul Adha.

    Tradisi Nganggung3Nganggung merupakan budaya daerah Negeri Serumpun Sebalai. Budaya nganggung secara turun temurun hingga mendarah daging sudah membudaya di masyarakat Kepulauan Bangka Belitung. Salah satu tradisi masyarakat melayu ini terlihat dalam kegiatan dan aktifitas masyarakat seperti pada, peringatan hari besar Islam, menyambut kunjungan tamu agung serta tamu kehormatan maupun pada saat ada seorang warga masyarakat yang meninggalpun, masyarakat melakukan nganggung sebagai bentuk ungkapan belasungkawa dan duka cita guna meringankan beban anggota keluarga yang ditinggalkan.

    Nganggung itu …

    tradisi nganggung2Tradisi Nganggung itu sendiri adalah sebentuk kegiatan gotong royong masyarakat dalam membawa makanan dari rumah masing-masing sesuai dengan status dan kemampuan keluarga tiap pintu rumah, dengan memakai dulang (sebagian masyarakat lainnya juga memakai rantang) ke tempat pelaksanaan yang sudah ditentukan. Ada penyelenggaraannya di Masjid, mushola, surau, langgar namun ada juga yang melaksakannya di balai dan rumah adat. Beaneka ragam jenis makanan disajikan dan dibawa dalam tradisi nganggung. Bermacam jenis kue, nasi dengan lauk pauk yang lengkap, sampai buah-buahan yang sedang musim pun disajikan di dulang.

    Waktu Pelaksanaan Nganggung

    Adat nganggung tidak ditentukan mutlak jam pelaksanaannya antara desa satu dengan desa lainnya. Variasi pelaksanaan nganggung biasanya mengacu pada kesepakatan bersama yang dibuat antara penduduk desa masing-masing. Ada desa yang melaksanakan nganggung pada jam 16.00, setelah sholat Ashar. Nganggung juga diselenggarakan jam 07.00 .juga jam 10.00 pagi, setelah lebih dahulu masyarakat bergotong royong membersihkan mesjid. juga ada yang menyelenggarakan tradisi nganggung selepas maghrib.

    Nganggung biasanya dimulai dengan acara pengajian, ceramah agama, siraman rohani dan jika ada pengumuman penting pun bisa disampaikan. Lalu acara dilanjutkan dengan doa bersama dan ditutup dengan acara buka dulang untuk makan bersama sambil bersilaturrahim dengan kerabat dan sahabat.

    Nganggung identitas Kepulauan Bangka Belitung

    Tradisi Nganggung1Jika dikatakan bahwa setiap aktifitas budaya pada masyarakat adalah cerminan atau identitas suatu daerah. Maka sudah menjadi tugas dan kewajiban kita untuk melestarikan kebudayaan yang telah menjadi identitas tersebut. Nanggung juga merupakan identitas bagi Kabupaten Bangka khususnya. Fenomena budaya yang merupakan bentuk sebuah kebiasaan yang mendidik untuk tetap saling mengayomi dalam hal apapun, serta cerminan kerukunan juga kebersamaan dalam suatu komunitas masyarakat yang mengaplikasikannya, membuat Banyak nilai yang terkandung dalam budaya nganggung.

    Bukti kongkrit bahwa budaya nganggung telah menjadi identitas pada masyarakat Kepulauan Bangka Belitung adalah Apresiasi yang tercermin dalam motto pada setiap Kabupaten di Propinsi BABEL. Seperti di Kabupaten Bangka dengan semboyan Sepintu Sedulang, atau pada motto bersemboyan selawang sedulang maupun Sepintu segantang. Semboyan tersebut bukan hanya sebagai hiasan guna memperindah atau membuat orang lain tertarik karena uniknya saja. Namun semboyan dibalik motto masing-masing kabupaten tersebut mengandung makna yang mengajarkan dan mendidik bagi masyarakatnya.

    Mari kita lestarikan budaya nganggung yang mengandung pelajaran berarti dalam menghadapi kehidupan. Mari kita saling menjaga semangat gotong royong, menjalin tali kekeluargaan dan hubungan silaturrahim antara sesama kepedulian antar sesama, kebersamaan serta rasa solidaritas yang tinggi.

    Semoga tak lekang oleh zaman. bangka.us: nganggung

    Written by:

    - who has written 13 posts on Tidar Bangka Belitung.


    .

    Imam Mardi Nugroho“Setelah bergabung di TIDAR saya merasakan manfaatnya. Selain itu Bahasa Inggris sangat penting untuk Komunikasi, Pariwisata, Investasi dan Pengembangan Provinsi Bangka Belitung. Terimakasih untuk TIDAR yang telah mendukung tujuan ini…”
    Imam Mardi NugrohoTokoh Masyarakat